Konsep dasar zodiak sendiri pada awalnya berasal dari astrologi babylonia zaman, dan kemudian terpengaruh dari budaya hellenistik. Menurut ilmu astrologi ini, fenomena dan segala sesuatu yang

terjadi di langit sana memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas para manusia dengan prinsip bahwa apa yang terjadi di langit, terjadi juga di bumi alias as above so below dan oleh karena itu,

ramalan zodiak tertentu biasanya dilambangkan dengan sebuah figur. Kebanyakan memang yang mengikuti ramalan ini adalah anak – anak muda, terutama perempuan namun tidak sedikit juga orang dewasa

yang memanfaatkan ramalan tadi untuk mendapatkan undian.

Penemuan dizaman modern ini mengenai sifat dan juga bentuk asli dari benda – benda yang ada dilangit sana telah membuat ramalan zodiak ini tidak lagi dipandang serius dan dianggap remeh dan

membuat dasar dari ramalan tadi menjadi goyah, serta berbagai investigasi serta penyelidikan secara sains juga telah menunjukkan bahwa prediksi serta berbagai rekomendasi yang menggunakan sistem

gugus bintang tidaklah akurat. Selain itu pada zaman sekarang ini, ilmu astrologi dianggap sebagai pseudosains alias takhayul. Namun tidak sedikit juga orang yang masih berpegang teguh pada

ramalan semacam ini untuk mendapatkan lotere berhadiah besar.

Selanjutnya pada ilmu astrologi barat dan juga india sana, terdapat penekanan terhadap luar angkasa serta pergerakan dari matahari, bulan, dan juga planet – planet lainnya yang terlihat dilangit

sana melalui berbagai zodiak yang ada. Kemudian didalam ramalan zodiak cina atau shio memiliki sistem yang agak berbeda dimana mereka lebih menekankan terhadap waktu dan masing – masing shio ini

beroperasi dengan berdasarkan siklus tahun, bulan, dan juga jam pada setiap harinya. Jadi pada intinya, semua ini memang tidak bisa dibuktikan secara akurat dan empiris layaknya spiritualisme,

namun tentu saja para pemain judi kerap mendapatkan mimpi yang menjadi kenyataan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *